7 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Melukai Mainan Berulang Kali

Bagaimana cara menjaga mainan anak tetap awet? Membeli mainan untuk anak-anak pasti akan membuat mereka sibuk, terhibur atau belajar sesuatu. Namun, terkadang mainan saja tidak cukup untuk menghibur anak-anak. Karena itu, ia sering merusak mainan. Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak alasan mengapa anak menyukai mainan berbahaya. Jadi, tergantung alasannya, temukan cara mengatasi kebiasaan anak merusak mainan.

Anak-anak cenderung mengesampingkan mainan setelah bermain

Salah satu alasan mengapa mainan anak-anak cepat rusak adalah karena mereka tidak memiliki kebiasaan untuk memperbaikinya. Di akhir permainan, mainan itu berserakan dan anak tidak menganggap mainan itu milik mainan tersebut. Ibu dan bayi bisa mengeluarkan mainan dari kotak mainan berarti mereka akan membersihkan mainan itu sendiri.

Jadi, tanamkan kebiasaan menyimpan dan merawat mainan pada anak sejak dini. Ini untuk melindungi mainan agar tidak jatuh, baju boneka yang baru dilepas, dan membersihkan mainan yang basah kuyup. Saat melakukan ini, ikuti dan awasi anak Anda setelah mereka dapat membersihkan mainannya sendiri.

2. Jika anak Anda mudah bosan, ajak dia untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

Tidak semua anak dapat mengatasi kebosanan, sehingga mereka mengungkapkan kebosanan dengan merusak mainan. Itu sebabnya orang tua harus mengajari anak-anak mereka cara yang sehat untuk melawan kebosanan, kata Dr. Fran Walfish, psikolog anak dan penulis The Self-Aware Parent.

Jika mainan tidak membosankan, ajak anak Anda untuk bekerja sama di luar rumah. Lakukan apa pun yang Anda suka dengan ibu Anda, seperti bermain bulu tangkis, bermain jarak jauh, bermain petak umpet, bersepeda.

Jika anak Anda mudah bosan, hilangkan kebosanan mereka dengan 7 permainan outdoor ini.

3. Jika Anda ingin tahu alasannya, buatlah mainan yang bisa dibongkar dan disatukan kembali.

Apakah anak Anda bertanya-tanya mengapa mainan bergetar dan apa yang terjadi jika pegangan mainan patah? Jika anak Anda tergolong memiliki rasa ingin tahu yang besar, biarkan mereka mengeksplorasi mainan tersebut.

Pertama, beli mainan yang bisa Anda bongkar atau bangun. Mintalah anak mengeluarkan kotak mainan dari kotak dan membuat mainan. Anda dapat menggunakan mainan untuk membongkar bagian dalam truk, robot, mainan Lego, atau bahkan ponsel yang tidak digunakan.

4. Perkenalkan anak pada konsekuensi merusak mainan.

Alasan anak-anak menghancurkan mainan mungkin karena kemarahan mereka sendiri. Misalnya, mobilnya tiba-tiba tidak bisa bergerak, atau dia tidak mau berbagi mainan dengan teman-temannya. Beri tahu anak bahwa jika mainannya rusak, mereka harus meminta orang lain untuk memperbaikinya.

Ini berarti bahwa anak-anak tidak dapat bermain dengan mainan itu dan harus menunggu sampai mainan itu diperbaiki. Kemudian, ajari anak-anak bahwa mereka dapat menggunakan mainan mereka ketika mereka menggunakan mainan mereka. Jika mainan rusak, bersiaplah untuk membagikannya. Dengan cara ini anak Anda bisa lebih memikirkan mainannya.

Ajari ibu dan anak untuk merawat mainan, termasuk mainan Lego. Karena anak-anak pasti bisa melepas mainan ini dengan mudah. Datang dan lihat cara merawat mainan Lego Anda di sini.

5. Jangan membeli mainan baru sebelum merawat diri sendiri.

Terlalu banyak mainan dapat mengurangi kesadaran anak Anda. Karena itu, ia mengungkapkan kekesalannya dengan memecahkannya saat ia bosan. Apalagi jika orang tua sering membelikan mainan baru. Jika anak Anda tidak dapat bertanggung jawab, Anda harus mengurangi frekuensi membeli mainan baru atau membiarkan mereka menanganinya sendiri. Pastikan juga dia bisa menepati janjinya.

6. Libatkan anak dalam aktivitas aktif untuk melepaskan energi.

Terkadang memecahkan mainan adalah tanda bahwa anak ingin menunjukkan kekuatannya. Sama sekali tidak negatif, itu hanya bentuk protes karena dia sudah lama dilarang bermain game atau karena dia tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah yang kita minta.

Untuk memberi anak Anda rasa kekuatan yang sehat, ajak anak Anda untuk melakukan aktivitas yang melepaskan energi sekaligus memungkinkannya menjadi seorang pemimpin. Misalnya, libatkan anak Anda dalam tim olahraga seperti sepak bola.

Berikut 7 cara merawat mainan My Little Pony agar tidak mudah rusak dan berdebu.

Tolak anak-anak dan hukum mereka jika perlu

Beberapa anak cenderung menghancurkan segala sesuatu di sekitar mereka. Tidak hanya mainan, tetapi juga barang-barang rumah tangga lainnya. Dalam situasi seperti itu, segera beri tahu anak Anda jika terjadi insiden sehingga anak mengetahui hasilnya.

Kemudian minta dia untuk membuat penyesuaian yang ingin Anda ajarkan kepadanya untuk bertanggung jawab atas tindakannya. Misalnya, jika Anda menempel pada buku yang sobek, itu akan tertinggal dengan selotip. Jika perlu, kurangi waktu bermainnya dengan adu penalti.

Memang tidak mudah untuk mengatasi kebiasaan anak merusak mainan. Kenali kepribadian anak Anda sehingga Anda dapat menemukan solusi yang tepat.

(milik Harmandini)

You May Also Like

About the Author: keyhar

Leave a Reply

Your email address will not be published.