10 Anak Yang Harus Anda Ajarkan Sendiri Di Sekolah (Diperbarui 2022)

Kegiatan sekolah tatap muka telah dihentikan karena pandemi. Sebagai tanggapan, pemerintah memperkenalkan sekolah online untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Namun, pembukaan sekolah online yang dipandang sebagai solusi justru dikeluhkan banyak pihak, terutama siswa dan orang tua yang kesulitan memulai sekolah online.

Tidak banyak siswa yang melewatkan kegiatan tatap muka sekolah. Dibandingkan homeschooling, pembelajaran tatap muka dinilai jauh lebih efektif karena siswa dapat mempelajari pelajaran dengan mudah. Karena itu, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengizinkan sekolah dibuka kembali di beberapa daerah.

Sementara beberapa siswa dan orang tua senang dengan rencana ini, tidak jarang orang tua khawatir membiarkan anak-anak mereka menghadiri kegiatan sekolah secara langsung. Untuk itu, protokol kesehatan harus dipatuhi saat meninjau kegiatan pembelajaran tatap muka. Lantas, protokol kesehatan apa yang harus diterapkan oleh siswa, guru, dan staf? Berikut penjelasan lengkapnya!

Ini adalah protokol kesehatan yang harus diajarkan kepada anak-anak untuk mulai sekolah tatap muka.

Demonstrasi kegiatan pembelajaran tatap muka akan dilakukan pada Juli 2021 setelah inokulasi pendidik pada semester genap atau Juni. Melalui ini, beberapa sekolah akan dipilih sebagai pilot project atau proyek percontohan.

Jika uji coba awal ini berhasil dan tidak menimbulkan klaster baru penyebaran virus COVID-19, maka kegiatan pembelajaran tatap muka akan dilanjutkan dan diperluas ke beberapa sekolah lain. Aturan protokol kesehatan yang ketat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka.

Di bawah ini adalah protokol kesehatan yang harus diikuti anak-anak dalam tes belajar tatap muka.

1. Jauh dari semua orang di sekolah, bahkan teman dekat.

Hal ini dikarenakan baik guru maupun siswa harus menjaga jarak minimal 1,5 meter dari sekolah. Dengan kata lain, karena tidak ada kontak fisik yang diperbolehkan selama latihan kegiatan pembelajaran tatap muka, ciuman tangan guru yang biasa sebelum masuk kelas harus dihapuskan.

Jadi, sebagai orang tua, penting untuk mengajari anak-anak Anda untuk menjaga jarak dari teman dan guru mereka di sekolah. Berikan contoh seberapa dekat/jauh jarak yang harus ditempuh anak Anda sebelum pergi ke sekolah agar ia dapat mempraktekkannya.

2. Jangan melepas masker di sekolah

Masker sudah menjadi barang wajib di era pandemi (pandemi global) ini. Untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak di atas usia 2 tahun wajib menggunakan masker.

Saat pergi ke sekolah tatap muka nanti, mintalah anak Anda memakai masker kain non-medis 3 lapis atau 2 lapis isi tisu. Siapkan juga masker tambahan karena masker harus diganti setelah 4 jam pemakaian.

BACA JUGA: Ini Masker Kesehatan Terbaik Cegah Penyebaran Virus Corona (UPDATED)

3. Pastikan untuk memeriksa suhu tubuh Anda ketika Anda pergi ke sekolah

Suhu tubuh setiap siswa harus diambil sebelum memasuki lingkungan sekolah. Hal ini untuk mencegah anak dengan suhu tubuh tinggi bergabung dengan anak dengan suhu tubuh normal. Anak-anak dengan suhu tubuh 38 derajat atau lebih tinggi harus dipulangkan, dan penting untuk memeriksa apakah anak telah terpapar virus COVID-19 dengan kapas.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Multivitamin Anak untuk Meningkatkan Daya Tahan Fisik Saat Wabah

4. Cuci tangan dengan bersih

Selain memakai masker dan mengukur suhu tubuh, semua anak yang masuk sekolah wajib cuci tangan pakai sabun. Setiap sekolah yang akan mencoba kegiatan pembelajaran tatap muka di kemudian hari harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun desinfektan.

Jangan lupa gunakan hand sanitizer untuk meningkatkan keamanan selama di kelas. Hand sanitizer bisa menjadi alternatif cuci tangan saat sabun dan air tidak tersedia.

5. Tata Tertib saat batuk dan bersin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui kemungkinan virus COVID-19 ditularkan oleh debu halus. Mikrodroplet ini diketahui terbentuk ketika seseorang berbicara, hujan, atau batuk. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya etika batuk dan bersin untuk mencegah penularan virus COVID-19.

Pastikan anak Anda tidak melepas masker saat batuk dan bersin. Selain itu, segera cuci tangan setelah batuk dan bersin untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri yang dapat menempel pada tangan atau permukaan di sekitarnya.

Jangan biarkan anak Anda menyentuh wajahnya selama kegiatan belajar. Menyentuh wajah bisa berupa mengelus pipi, menggosok hidung, atau menggosok mata.

BACA JUGA: Begini Cara Patuhi Jadwal Imunisasi Anak di Masa Pandemi Corona.

6. Gunakan alat untuk belajar mandiri tanpa saling meminjam

Anak-anak tidak boleh meminjam alat belajar dari teman atau guru saat mencoba kegiatan belajar tatap muka. Jadi, pastikan anak Anda membawa alat belajar yang lengkap.

7. Mereka Tidak Bisa Bersama Setelah Sekolah

Pada umumnya, anak-anak suka berkumpul sambil menunggu transportasi sepulang sekolah mereka datang. Namun, untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, pertemuan anak-anak sepulang sekolah dilarang.

Semua siswa diharapkan langsung pulang tanpa berhenti untuk bermain game atau dimanapun. Orang tua yang ingin menjemput anaknya juga tidak diperbolehkan berkerumun saat menunggu siswa di depan sekolah.

8. Ingatkan anak bahwa tidak ada kegiatan ekstrakurikuler dan harus segera pulang.

Olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler tampaknya menjadi kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh semua siswa ketika sekolah dimulai. Sayangnya, kedua kegiatan tersebut harus dihentikan sementara dalam proses peninjauan kegiatan pembelajaran tatap muka. Tujuannya bukan untuk membuat kerumunan.

9. Makan di rumah daripada jajan di sekolah atau di kios/toko di sekitar sekolah.

Mereka yang tidak pernah mengantar anaknya ke sekolah kini harus membiasakan diri menyiapkan makanan untuk mereka. Ya, kantin sekolah tidak dapat dioperasikan selama masa ujian.

Oleh karena itu, orang tua harus menyiapkan tidak hanya makanan, tetapi juga peralatan makan dan minum untuk anak-anaknya. Siapkan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Juga, ajari anak-anak untuk minum air sebanyak mungkin agar tetap sehat selama kelas.

10. Adanya tindak lanjut bagi siswa, guru, dan staf yang bergejala.

Jika seorang mahasiswa, profesor, atau anggota staf diidentifikasi memiliki gejala, perawatan lebih lanjut akan dilakukan. Namun, jika anak Anda sakit atau demam, tidak disarankan untuk pergi ke sekolah.

Di bawah ini adalah beberapa protokol kesehatan yang harus diajarkan kepada anak-anak selama kegiatan belajar tatap muka. Kami berharap siswa dan guru tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

You May Also Like

About the Author: keyhar

Leave a Reply

Your email address will not be published.